Mantan pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong, resmi kembali ke dunia kepelatihan setelah delapan bulan meninggalkan lapangan. Kali ini, pelatih asal Korea Selatan tersebut akan memimpin salah satu klub terbesar dan paling bersejarah di Indonesia, Persija Jakarta.
Pada 8 Juni, Persija Jakarta mengumumkan penunjukan Shin Tae-yong melalui media sosial resmi klub. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Persija juga merilis video penyambutan untuk sang pelatih.
"Selamat datang, Coach Shin Tae-yong. Jakarta sudah menantikan kehadiran Anda," tulis Persija dalam unggahannya.
Dalam video perkenalan tersebut, Shin menjelaskan filosofi kepelatihannya serta target yang ingin dicapai bersama Persija.
"Saya sangat menjunjung tinggi prinsip dan disiplin. Itu selalu menjadi prioritas utama saya," kata Shin.
"Saya memimpin tim dengan penuh semangat. Saya tidak pernah kehilangan fokus hingga detik terakhir demi meraih kemenangan. Saya juga percaya pada potensi para pemain muda serta perkembangan sepak bola Jakarta dan Indonesia."
"Memang benar saya pelatih yang tegas. Namun membangun tim yang kuat dan suasana kekeluargaan juga merupakan bagian penting dari sepak bola. Mari melangkah bersama untuk mengembalikan kejayaan kota ini."
Didirikan pada tahun 1928, Persija Jakarta merupakan salah satu klub tertua di Indonesia dengan sejarah hampir satu abad. Klub ibu kota tersebut bermarkas di Jakarta International Stadium (JIS), stadion berkapasitas 82.000 penonton yang termasuk salah satu yang terbesar di Asia.
Meski memiliki sejarah panjang dan basis suporter yang sangat besar, Persija baru sekali menjuarai kompetisi kasta tertinggi Indonesia pada era Liga 1, yakni pada musim 2018.
Karena itu, Shin Tae-yong kini memikul tanggung jawab besar untuk membawa Persija kembali ke jalur prestasi dan membuka era kejayaan baru bagi klub.
Penunjukan ini menandai kembalinya Shin ke kursi pelatih setelah delapan bulan sejak berpisah dengan Ulsan HD.
Sepanjang kariernya, Shin dikenal sebagai salah satu pelatih paling berpengalaman di Asia. Ia pernah menangani Seongnam Ilhwa Chunma, tim nasional U-20 Korea Selatan, hingga tim nasional senior Korea Selatan.
Pada tahun 2020, ia menerima tantangan besar untuk membangun sepak bola Indonesia dengan menangani tim nasional senior serta kelompok umur.
Selama masa kepemimpinannya, Indonesia meraih medali perunggu SEA Games 2021 di Hanoi, medali emas SEA Games 2023 di Phnom Penh, serta finis di peringkat keempat Piala Asia U-23 AFC 2024 di Qatar.
Meski berhasil membawa perkembangan signifikan bagi sepak bola Indonesia, Shin secara mengejutkan diberhentikan oleh PSSI pada Januari 2025.
Setelah itu, ia sempat kembali melatih di Korea Selatan bersama juara bertahan K League 1, Ulsan HD, pada Agustus 2025. Namun masa kepelatihannya tidak berjalan sesuai harapan.
Dalam 10 pertandingan, Ulsan hanya mencatat dua kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan. Konflik internal tim juga turut memengaruhi situasi hingga akhirnya Shin meninggalkan klub setelah sekitar dua bulan.
Kini, pelatih berusia 55 tahun tersebut kembali ke Indonesia, negara yang menjadi saksi salah satu periode paling sukses dalam karier kepelatihannya.
Pemilik Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, menjelaskan alasan di balik keputusan menunjuk Shin Tae-yong.
"Persija membutuhkan sosok yang berpengalaman. Kami ingin menghadirkan pelatih dengan pengalaman di level tertinggi," ujar Prapanca dalam konferensi pers.
Copyright ⓒ 풋볼리스트 무단 전재 및 재배포 금지
본 콘텐츠는 뉴스픽 파트너스에서 공유된 콘텐츠입니다.